Kamis, 27 November 2014

TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK MENGELOLA DALAM DUNIA BISNIS


 

Peranan teknologi informasi meliputi : 
  1.  Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.
  1. Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam tugas ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
  2. Teknologi informasi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses.
Bagaimana teknologi informasi bisa mengubah bisnis ??
Perkembangan Teknologi informasi juga telah mengakibatkan perubahan dalam struktur industri serta praktik pengelolaan organisasi bisnis didalam berkompetisi dan melaksanakan kegiatan untuk melayani pelanggan, sehingga dengan laju perkembangan nya yang semakin pesat telah mengubah bisnis dan konsep manajemen yang ada, juga berdampak terhadap kebutuhan informasi bagi manajer dalam akuntansi internal maupun eksternal guna mendukung dalam pemecahan masalah untuk pengambilan keputusan, meraih peluang dan mencapai tujuan. Informasi didapatkan dari sistem informasi (information system.  Adapun sistem informasi yang mampu melakukan fungsi – fungsi untuk menyediakan kebutuhan informasi dalam mendukung pengelolaan kegiatan manajerial maupun operasional, baik dalam tingkatan manajemen maupun area fungsional didalam sebuah perusahaan, sering dikenal dengan nama sistem informasi manajemen yang terdiri atas :
1.      Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan
2.      Sistem Informasi Properti
3.      Sistem Informasi Forwarding
4.      Sistem Informasi Pergudangan
5.      Sistem Informasi SDM
6.      Sistem Informasi Poliklinik
7.      Aplikasi Audit Internal (Pengawasan SPI)
8.      Sistem Persediaan ATK/Cetakan
9.      Sistem Inventarisasi Peralatan Kantor
10.  Sistem Electronic Data Interchange (EDI) untuk pengiriman dokumen
11.  Website dan intranet.

Model Bisnis E-Commerce sebagai salah satu model bisnis yang memanfaatkan Teknologi Informasi 
Menurut Michael Rappa, model bisnis dalam E-Commerce dibagi menjadi :
a.      Advertising
Merupakan pengembangan dari model broadcasting (penyiaran) tradisional. Dalam hal ini yang menjadi broadcaster (penyiar) adalah situs web yang menyediakan content (isi) dan services (layanan) dikombinasikan dengan advertising message (iklan) yang terletak di banner
b.      Infomediary
Data mengenai pembeli dan kebiasaan membeli mereka sangat penting, data tersebut kemudian digunakan sebagai bahan analisis.
Hasil analisis tersebut dijual ke pihak ketiga yang memerlukan.
c.       Brokerage
Membawa pembeli dan penjual pada satu tempat yang sama dan menjadi fasilitator transaksi. Model penghasilannya terutama dari biaya persen per transaksi yang terjadi.
d.      Affilite
Model bisnis yang memungkin afiliasi antar situs web eCommerce untuk melakukan promosi / penjualan di Internet
e.       Merchant
Model bisnis ini merupakan bentuk elektronis dari penjualan barang secara grosir maupun eceran (retail).
Penjualan bisa melalui harga yang ada maupun melalui lelang
f.       Subscription
Pengunjung membayarkan sejumlah uang pada saat akan mengakses situs tersebut. Isi dari situs tersebut merupakan informasi yang bernilai tinggi.
Pengunjung dikenakan biaya berdasarkan dengan banyaknya fasilitas yang diakses pada situs web tersebut. Umumnya situs web untuk payment gateway untuk kartu kredit.
g.      Manufacturer
Perusahaan brick and mortar, yang sudah mempunyai basis industri sendiri, membuat web untuk beberapa tujuan :
Memperpendek rantai distribusi produk dengan akses langsung ke pemakai, meningkatkan pelayanan dan mengetahui kebutuhan pelangan secara langsung
h.      Community
Berbasiskan pada kepuasan pengunjung situs, pada beberapa kasus pengunjung merupakan penyumbang isi dan pendapatan dari situs web tersebut.
Keuntungan dan Kerugian E-Commerce 

A.    Keuntungan
1.   Aliran pendapatan baru yang mungkin lebih menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2.   Menurunkan biaya operasional
3.   Memperpendek waktu produksi
4.   Meningkatkan mata rantai pendapatan
5.   Meningkatkan loyality customer
6.   Melebarkan jangkauan
7.   Meningkatkan supplier management.

B.     Kerugian
1.    Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan dan penipuan.
2.    Pencurian informasi rahasia yang berharga.
3.    Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.
4.    Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
5.    Kehilangan kepercayaan dari para konsumen.
6.    Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar