Peranan
teknologi informasi meliputi :
- Teknologi informasi berperan dalam restrukturisasi terhadap peran manusia. Dalam hal ini, teknologi berperan dalam melakukan perubahan-perubahan terhadap sekumpulan tugas atau proses.
- Teknologi informasi menggantikan peran manusia. Dalam tugas ini, teknologi informasi melakukan otomasi terhadap suatu tugas atau proses.
- Teknologi informasi memperkuat peran manusia, yakni dengan menyajikan informasi terhadap suatu tugas atau proses.
Bagaimana
teknologi informasi bisa mengubah bisnis ??
Perkembangan
Teknologi informasi juga telah mengakibatkan perubahan dalam struktur industri
serta praktik pengelolaan organisasi bisnis didalam berkompetisi dan
melaksanakan kegiatan untuk melayani pelanggan, sehingga dengan laju
perkembangan nya yang semakin pesat telah mengubah bisnis dan konsep manajemen
yang ada, juga berdampak terhadap kebutuhan informasi bagi manajer dalam
akuntansi internal maupun eksternal guna mendukung dalam pemecahan masalah
untuk pengambilan keputusan, meraih peluang dan mencapai tujuan. Informasi
didapatkan dari sistem informasi (information system. Adapun sistem informasi yang mampu melakukan
fungsi – fungsi untuk menyediakan kebutuhan informasi dalam mendukung
pengelolaan kegiatan manajerial maupun operasional, baik dalam tingkatan
manajemen maupun area fungsional didalam sebuah perusahaan, sering dikenal dengan
nama sistem informasi manajemen yang terdiri atas :
1. Sistem
Informasi Akuntansi dan Keuangan
2. Sistem Informasi Properti
3. Sistem Informasi Forwarding
4. Sistem
Informasi Pergudangan
5. Sistem
Informasi SDM
6. Sistem
Informasi Poliklinik
7. Aplikasi Audit Internal (Pengawasan SPI)
8. Sistem
Persediaan ATK/Cetakan
9. Sistem Inventarisasi Peralatan Kantor
10. Sistem Electronic Data Interchange (EDI) untuk
pengiriman dokumen
11. Website
dan intranet.
Model Bisnis
E-Commerce sebagai salah satu model bisnis yang memanfaatkan Teknologi
Informasi
Menurut Michael Rappa, model bisnis dalam E-Commerce dibagi menjadi :
Menurut Michael Rappa, model bisnis dalam E-Commerce dibagi menjadi :
a.
Advertising
Merupakan pengembangan dari model broadcasting (penyiaran) tradisional. Dalam hal ini yang menjadi broadcaster (penyiar) adalah situs web yang menyediakan content (isi) dan services (layanan) dikombinasikan dengan advertising message (iklan) yang terletak di banner
Merupakan pengembangan dari model broadcasting (penyiaran) tradisional. Dalam hal ini yang menjadi broadcaster (penyiar) adalah situs web yang menyediakan content (isi) dan services (layanan) dikombinasikan dengan advertising message (iklan) yang terletak di banner
b.
Infomediary
Data mengenai pembeli dan kebiasaan membeli mereka sangat penting, data tersebut kemudian digunakan sebagai bahan analisis.
Hasil analisis tersebut dijual ke pihak ketiga yang memerlukan.
Data mengenai pembeli dan kebiasaan membeli mereka sangat penting, data tersebut kemudian digunakan sebagai bahan analisis.
Hasil analisis tersebut dijual ke pihak ketiga yang memerlukan.
c.
Brokerage
Membawa pembeli dan penjual pada satu tempat yang sama dan menjadi fasilitator transaksi. Model penghasilannya terutama dari biaya persen per transaksi yang terjadi.
Membawa pembeli dan penjual pada satu tempat yang sama dan menjadi fasilitator transaksi. Model penghasilannya terutama dari biaya persen per transaksi yang terjadi.
d.
Affilite
Model bisnis yang memungkin afiliasi antar situs web eCommerce untuk melakukan promosi / penjualan di Internet
Model bisnis yang memungkin afiliasi antar situs web eCommerce untuk melakukan promosi / penjualan di Internet
e.
Merchant
Model bisnis ini merupakan bentuk elektronis dari penjualan barang secara grosir maupun eceran (retail).
Penjualan bisa melalui harga yang ada maupun melalui lelang
Model bisnis ini merupakan bentuk elektronis dari penjualan barang secara grosir maupun eceran (retail).
Penjualan bisa melalui harga yang ada maupun melalui lelang
f.
Subscription
Pengunjung membayarkan sejumlah uang pada saat akan mengakses situs tersebut. Isi dari situs tersebut merupakan informasi yang bernilai tinggi.
Pengunjung dikenakan biaya berdasarkan dengan banyaknya fasilitas yang diakses pada situs web tersebut. Umumnya situs web untuk payment gateway untuk kartu kredit.
Pengunjung membayarkan sejumlah uang pada saat akan mengakses situs tersebut. Isi dari situs tersebut merupakan informasi yang bernilai tinggi.
Pengunjung dikenakan biaya berdasarkan dengan banyaknya fasilitas yang diakses pada situs web tersebut. Umumnya situs web untuk payment gateway untuk kartu kredit.
g.
Manufacturer
Perusahaan brick and mortar, yang sudah mempunyai basis industri sendiri, membuat web untuk beberapa tujuan :
Memperpendek rantai distribusi produk dengan akses langsung ke pemakai, meningkatkan pelayanan dan mengetahui kebutuhan pelangan secara langsung
Perusahaan brick and mortar, yang sudah mempunyai basis industri sendiri, membuat web untuk beberapa tujuan :
Memperpendek rantai distribusi produk dengan akses langsung ke pemakai, meningkatkan pelayanan dan mengetahui kebutuhan pelangan secara langsung
h.
Community
Berbasiskan pada kepuasan pengunjung situs, pada beberapa kasus pengunjung merupakan penyumbang isi dan pendapatan dari situs web tersebut.
Berbasiskan pada kepuasan pengunjung situs, pada beberapa kasus pengunjung merupakan penyumbang isi dan pendapatan dari situs web tersebut.
Keuntungan dan Kerugian E-Commerce
A. Keuntungan
1.
Aliran pendapatan baru yang mungkin lebih
menjanjikan yang tidak bisa ditemui di sistem transaksi tradisional.
2.
Menurunkan biaya operasional
3.
Memperpendek waktu produksi
4.
Meningkatkan mata rantai pendapatan
5.
Meningkatkan loyality customer
6.
Melebarkan jangkauan
7.
Meningkatkan supplier management.
B. Kerugian
1. Kehilangan segi finansial secara
langsung karena kecurangan dan penipuan.
2.
Pencurian informasi rahasia yang berharga.
3. Kerugian yang tidak terduga.
Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek
bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia
atau kesalahan
sistem elektronik.
4.
Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan
pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik
tiba-tiba padam.
5.
Kehilangan kepercayaan dari para konsumen.
6. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak
berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan.
Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar