A. Memulai Usaha Kecil Baru
Terdapat 2
cara mewujudkan suatu usaha bisnis baru :
1.
Memulai usaha dari awal
Beberapa pengusaha merasa lebih puas dengan memiliki usaha dan menentukan semuanya sendiri. Mulai dari produk, gaya manajemen, penentuan pemasok dan lain2. Tetapi, resiko kegagalan pun lebih besar dibanding dengan membeli waralaba karena nama perusahaan yang belum dikenal.
Beberapa pengusaha merasa lebih puas dengan memiliki usaha dan menentukan semuanya sendiri. Mulai dari produk, gaya manajemen, penentuan pemasok dan lain2. Tetapi, resiko kegagalan pun lebih besar dibanding dengan membeli waralaba karena nama perusahaan yang belum dikenal.
2.
Membeli usaha yang sudah ada
Yang dimaksudkan dengan membeli di sini adalah membeli lisensi atau waralaba. Bisnis itu sendiri biasanya sudah dikenal orang, kita tinggal melanjutkannya dengan persyaratan yang ditentukan pemilik waralaba. Kekurangan dari membeli usaha ini adalah, pengusaha tidak bebas menentukan produk dan manajemen yang diinginkan. Namun keuntungannya adalah, kemungkinan gagal lebih kecil karena nama mapan yang sudah dimiliki oleh bisnis itu sendiri.
Para konsultan bisnis dan kreditur pada umumnya menyarankan para pengusaha baru yang belum memiliki pengalaman untuk memilih cara yang kedua, karena kemungkinan gagal lebih kecil.
Yang dimaksudkan dengan membeli di sini adalah membeli lisensi atau waralaba. Bisnis itu sendiri biasanya sudah dikenal orang, kita tinggal melanjutkannya dengan persyaratan yang ditentukan pemilik waralaba. Kekurangan dari membeli usaha ini adalah, pengusaha tidak bebas menentukan produk dan manajemen yang diinginkan. Namun keuntungannya adalah, kemungkinan gagal lebih kecil karena nama mapan yang sudah dimiliki oleh bisnis itu sendiri.
Para konsultan bisnis dan kreditur pada umumnya menyarankan para pengusaha baru yang belum memiliki pengalaman untuk memilih cara yang kedua, karena kemungkinan gagal lebih kecil.
Peranan
bisnis kecil dalam perekonomian Indonesia pada dasarnya sudah besar sejak dulu.
Namun demikian sejak krisis ekonomi melanda Indonesia, peranan bisnis kecil
meningkat dengan tajam. Data dari Biro Pusat Statistik1 (BPS). menunjukkan
bahwa persentase jumlah bisnis bisnis kecil dibandingkan total perusahaan pada
tahun 2001 adalah sebesar 99,9%. Pada tahun yang sama, jumlah tenaga kerja yang
terserap oleh sektor ini mencapai 99,4% dari total tenaga kerja. Demikian juga sumbangannya
pada Produk Domestik Bruto (PDB) juga besar, lebih dari separuh ekonomi kita
didukung
oleh produksi dari bisnis kecil (59,3%). Data-data tersebut menunjukkan bahwa peranan bisnis kecil dalam perekonomian Indonesia adalah sentral dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan menghasilkan output.
oleh produksi dari bisnis kecil (59,3%). Data-data tersebut menunjukkan bahwa peranan bisnis kecil dalam perekonomian Indonesia adalah sentral dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan menghasilkan output.
Pentingnya strategi dalam bisnis kecil
Sebuah
strategi yang baik secara langsung akan membedakan bisnis baru dari bisnis
lainnya. Strategi juga memberikan pelanggan alasan yang kuat untuk memilih
melakukan jual-beli atau kegiatan bisnis lainnya.
Strategi
yang baik harus dikembangkan setelah mempertimbangkan pasar, kebutuhan
pelanggan, persaingan yang terjadi, dan kelebihan relatif bisnis, serta tak
lupa, kelemahan yang dimiliki bisnis Anda. Triknya adalah
pelajari bagaimana pesaing raksasa itu melakukan kegiatan bisnisnya, kemudian
ketahui apa saja kelemahannya yang bisa bisnis Anda lakukan. Sodorkan kemampuan
bisnis Anda yang tidak dimiliki perusahaan besar itu kepada para pelanggan,
maka bisnis Anda akan memiliki keunggulan tersendiri dibanding yang lain.
Misalnya, jika Anda mengetahui pelanggan bisnis X merasa bosan dengan desain
produk A yang monoton, maka Anda bisa tetapkan strategi untuk berikan desain
produk yang lebih ceria, warna-warni, atau bisa dikustomisasi sesuai keinginan
dan selera pelanggan.
Keberhasilan dan Kegagalan dalam
Berbisnis
Dalam
berbisnis setiap orang pasti akan mengalami keberhasilan dan kegagalan dalam
menjalankan bisnis yang dia jalani. Kejadian tersebut dapat dimaklumi karna itu
hal yang biasa dalam berbisnis. Terkadang berbisnis hampir menyerupai bola
dunia karena suatu saat akan berada di atas puncak keberhasilan dan akan berada
di bawah apabila mengalami kegagalan dalam menjalankan suatu bisnis.
Keberhasilan
suatu bisnis bisa meliputi sebagai berikut :
1. Memiliki ide atau visi bisnis yang jelas
2. Kemauan
dan keberanian untuk menghadapi resiko baik waktu maupun uang
3. Membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan,
dan menjalankannya
4. Mengembangkan hubungan, baik dengan mitra
usaha maupun dengan semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan
5. Tidak takut gagal resiko
merupakan bagian dari sebuah keberhasilan, semakin tinggi resiko semakin besar
kemungkinan kita berhasil, karena keberhasilan penuh dengan tantangan, tidak
ada sebuah keberhasilan tanpa usaha keras;
6. Memiliki rasa percaya diri, kita harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi,
kepercayaan diri akan usaha yang kita lakukan pasti berhasil akan menjadikan
kita memiliki motivasi tersendiri.
7. Mampu
Mengelola Keuangan Dengan Baik hal tersebut diatas akan sulit
tercapai ketika apa yang kita hasilkan tidak dapat kita kelola dengan baik,
terutama masalah keuangan, usaha industri, perdagangan, jasa ataupun produksi
tentu bertujuan pada laba; dengan demikian maka kita harus memperhatikan arus
keuangan pada usaha kita tersebut; Pengelolaan keuangan menjadi sangat penting
ketika usaha yang kita laksanakan tidak segera berujung pada tingkat
keuntungan. Maka kemampuan mengelola keuangan sangat diperlukan.
Kegagalan suatu
bisnis bisa meliputi sebagai berikut :
1.
Kurang perencanaan. It is critical
for all businesses to have a business plan. Banyak bisnis kecil yang gagal
karena tidak mempersiapkan rencana yang matang. Semua harus realistis dan
akurat, serta menunjukkan rencana masa depan yang baik.
2. Tidak Efisien. Kesalahan umum lainnya adalah biaya
operasional yang tidak efisien. Kadang pengusaha baru ini tidak memperhitungkan
dengan tepat biaya produksi dan harga produk. Mereka kadang juga mengharapkan
angka penjualan yang tidak realistis.
3. Tempat
usaha dan lokasi yang kurang memadai. Tempat usaha dan lokasi sangat menentukan
kelancaran bisnis yang digeluti. Salah memilih, membangun, atau membuka tempat
usaha yang harapnnya dapat memperbesar usaha justru kandas karena kesalahan
tersebut. Tempat usaha seharusnya diperiksa dulu kelayakannya seperti budaya,
karakter, strata sosial, pendapatan, selera, kemanan masyarakat disekitarnya.
4. Kurangnya
kehandalan SDM dan tidak kompeten dalam manajerial serta kurangnya pengalaman
ketika menjalankan strategi perusahaan. Strategi baik yang dibuat tidak dapat
dilaksanakan tanpa adanya kompetensi dalam manajerial.
5. Kurang
mampu mengelola bisnis, kurang pengetahuan tentang bisnis yang dijalankan
6. Tidak mampu melakukan pengawasan terhadap pegawai
7. Modal
sangat kecil, sehingga menjadi serba sulit dan tidak percaya diri untuk
menghadapi bisnis ke depan nya.
